JAKARTA – Keluarga besar Syaifudin Zuhri dan M Syahrir (Aing) telah tiba di RS Polri Sukanto, Jakarta Timur, setelah sempat menunggu cukup lama untuk bisa melihat langsung jasad keduanya.
Menurut Kepala Desa Sampora, Cilimus, Jawa Barat, Nurrohidin yang ikut dalam rombongan keluarga, pihaknya telah mendapat izin dari kepolisian.
“Sudah dapat izin,” ujarnya, di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (12/10/2009).
Sebelumnya, keluarga sempat menunggu cukup lama untuk bisa diizinkan melihat langsung jasad pria yang disebut-sebut Syaifudin dan Syahrir.
Nurrohidin menuturkan, dia dan keluarga kakak beradik itu berangkat dari kampung halaman semalam, dan tiba di Jakarta pagi tadi. Sambil menunggu kabar dari Mabes Polri, lanjutnya, keluarga Syaifudin dan Syahrir menghabiskan waktu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Sementara itu, rencananya, kedua jasad itu akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. Hal ini menyusul penolakan warga tempat leluhur Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
Menurut Kepala Dusun Benjaran, Makid (40), setelah digelar rapat yang terdiri dari aparat desa, tokoh warga, dan aparat kepolisian maka diputuskan agar kedua jenazah teroris itu tidak dikebumikan di TPU setempat.
Padahal, pada 27 September orangtua Syaifudin dan Syahrir telah memesan dua liang lahat desa itu. Namun kepala desa mengaku belum memberikan jawaban atas permintaan itu karena masih menunggu keputusan warga.
